COVID-19 merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan
dengan gejala ringan hingga berat dan mudah menular dari manusia ke manusia
melalui percikan batuk/bersin (droplet). Droplet dari penderita COVID-19 bisa
mengakibatkan penularan secara langsung ketika berinteraksi dengan orang lain
di jarak < 1 meter atau secara tidak langsung ketika droplet menempel pada
permukan benda-benda mati yang kemudian disentuh orang lain (Harisa,
2020) . Gejala virus ini berupa
gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk (dengan atau tanpa dahak), hidung
tersumbat, nyeri tenggorokan, dan sesak napas serta sering diiringi dengan
lemas, nafsu makan menurun, dan nyeri kepala. Hingga saat ini belum ditemukan
obat atau vaksin yang secara spesifik bisa menyembukan virus ini, maka untuk
mematikan rantai virus ini dan menekan bertambahnya kasus, hal yang harus
dilakukan adalah melakukan langkah pencegahan seperti
·
Isolasi
diri
(keluar rumah hanya untuk kebutuhan yang mendesak),
·
Deteksi
dini
(waspada dan memperhatikan kesehatan diri)
·
Perlindungan
diri
(perbanyak cuci tangan, menggunakan hand sanitizer dan menggunakan masker apabila keluar rumah).
Per tanggal 26 Mei
2020, jumlah kasus positif corona di Surabaya mencapai 2118 orang dari total
kasus 3939 orang di seluruh Jawa Timur sedangkan korban meninggal di Surabaya
karena corona mencapai 191 orang dari total kasus 322 orang diseluruh jawa
timur. Sebagai salah satu Kota dengan tingkat kasus positif korona terbanyak Di
Indonesia membuat seluruh masyarakat Kota Surabaya disarankan untuk
memperbanyak aktivitas dirumah, jangan keluar rumah kecuali keadaan mendesak demi
mencegah penularan virus.
Isolasi diri dapat
dilakukan dengan work from home (WFH) dan physical distancing. Bagi remote
worker, kondisi ini tidak membutuhkan adaptasi yang terlalu berat, namun
menjadi tantangan yang cukup berat bagi karyawan yang terbiasa dengan kehidupan
kantor yang konvensional dan terdapat interaksi sosial satu sama lain secara
langsung. Dampak dan efek negatif kondisi ini bagi kesehatan mental para
karyawan aadalah sebagai berikut
1. Burnout (merasa kelelahan, kehilangan motivasi kerja, malas
mengerjakan pekerjaan)
2. Kehilangan
motivasi kerja (berusaha Beradaptasi
dengan lingkungan, suasana, waktu dan tempat yang berbeda dari kebiasaan)
3. Interaksi social
berkurang (kurangnya interaksi sosial dengan
individu lain dapat meningkatkan resiko stress dan depresi)
4. Terdistraksi
dengan urusan lain (karaywan yang sudah
berkeluarga harus membagi waktu antara urusan rumah dan pekerjaan)
5. Kesepian
(terisolasi dirumah, tidak bisa bertemu dengan orang lain)
6.
Jam kantor lebih panjang
7. Waktu tidur lebih
malam (karena lebih banyak pekerjaan
yang harus dilakukan, jam tidur jadi tidak teratur)
Untuk mengatasi hal-hal
diatas maka solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah efek-efek negative
tersebut adalah
1. Tentukan deadline (menentukan to-do-list
perhari dan menentukan target apa saja yang akan dicapai perhari)
2. Membuat jadwal
harian (Membuat jadwal dan jeda waktu
antara kegiatan yang satu dan yang lain, alokasikan setiap waktu kegiatan
antara urusan pekerjaan dan urusan rumah dan lain-lain)
3. Ruangan khusus
kerja (Tentukan ruang khusus yang bisa
dijadikan tempat bekerja. Lalu, bekerja sama dengan anggota rumah untuk tidak
menganggu pada jam sekian hingga sekian di ruangan tersebut.)
4. Berpenampilan rapi (mesti tidak berangkat ke kantor, tetap berpenampilan rapi
sebagaimana saat beraktivitas di kantor)
5. Berkomunikasi
dengan teman (Luangkan waktu untuk berinteraksi
dengan teman dan rekan kerja melalui jejaring social atau telepon)
6. Hiburan dan hobi (menonton film di laptop, mendengarkan musik, membaca buku,
atau sekedar jalan-jalan di kompleks perumahan)
7. Mempelajari hal baru (Melakukan
hal baru atau menambah skill baru yang dapat dipelajari secara autodidak)
8. Digital Detox (terlalu banyak menggunakan teknologi, lakukan detoks dengan
berhenti menggunakan alat komunikasi di saat malam hari, agar mudah menyudahi
urusan pekerjaan dan memiliki waktu yang cukup untuk keluarga)
9.
Jurnal syukur (setiap
malam mencacat hal-hal apa yang bisa disyukuri atau hal-hal yang telah berhasil
dilakukan)
Tulisan ini dibuat untuk menyelesaikan tugas akhir mata kuliah Capita Selecta
Surabaya, 27 Mei 2020
Komentar
Posting Komentar