Langsung ke konten utama

Selimut Malam



Ini adalah kisah tentang seorang anak manusia
Seorang anak manusia yang tinggal dan hidup hanya bersama sang malam
Setiap saat hanya malam yang menjadi kawan setianya
Kegelapan malam yg tenang dan sunyi selalu menyelimuti hari-harinya
Ia hidupkan malam dengan segala aktivitasnya
Ia bangkitkan malam dengan hati penuh cinta
Ia terlena dan nyaman
Meski kadang... malam tak bercahaya sekalipun
Hingga ia tak pernah berpikir tentang keberadaan sang pagi
Sekalipun jika harus pergi mencari pagi, namun apa daya hanya malam yang paling ia rindukan


Hingga disuatu masa yang tak pernah ia duga
Malam yg selalu ia puja... tak sama lagi
Malam meninggalkannya dan membuatnya kehilangan arah
Namun... Ia tidak lantas berlalu pergi mencari pagi
Hatinya mulai terasa sesak dan teriris, hampa dan sepi,
Kenyamanan yang diberikan malam telah membawa perubahan besar dalam hidupnya
Kehampaan yg dahsyat berlarut-larut telah menyelimuti hatinya
Karena baginya... bahwa malam selalu ada menjadi teman baiknya.
Sayangnya... malam tak sama lagi.


Lalu...
Kemanakah bocah ini akan pergi apabila malam tiada?
Akankah dia akan terus menunggu dan terdiam hingga keajaiban datang?
Akankah ia mampu ..., mampu beranjak dan beralih?
Nyatanya ia masih terdiam tak bergerak
Berkembang menjadi dewasa tanpa keberadaan sang malam
Bertumbuh menjadi seseorang dengan hati penuh kelembutan
Namun tak pernah ia lupakan tentang kata-kata manis yang ia ucapkan kepada sang malam.


Sayangnya..
Ia tak sadar
Bocah ini tak sadar
bahwa selama ini sang pagi diam-diam menunggu nya dari kejauhan
Mengawasinya malu-malu dengan hati penuh ragu
Jikalau saja sang pagi diizinkan hadir
Pagi akan hadir bersama matahari yang menyengat dan bunga-bunga yang bermekaran indah
Namun nyatanya sang pagi hanya diam, hanya mampu bertanya dalam hati,
Bolehkah kiranya aku menggantikan posisi malam yang telah mengakar dlm jiwamu. Atau setidaknya menjadi teman untuk perjalanan hidupmu yang masih panjang. Meski aku tak se-teduh lembutnya malam
Namun aku hanyalah pagi yang mungkin bisa menerangi hatimu yang kelabu


....

Tulisan ini dibuat
Surabaya, 15 Maret 2020



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimpi : Dia dan Angka 7

Tertulis angka 7. Aku tidak tau apa maksudnya, bisa jadi 7 hari, 7 bulan atau 7 tahun. Tapi aku rasa itulah waktu yang tersisa untukku. Semuanya terasa begitu jelas, aku masih ingat setiap detail kejadiannya. Meski aku tau hal itu bukanlah hal yang nyata untuk diperdebatkan. Tapi aku tetap saja takut. Aku memperhatikan pergelangan tanganku, terdapat angka itu, angka 7. Angka itu berjalan mundur seperti 'timer'. Aku rasa itulah waktu yang tersisa untukku. Aku khawatir terus menerus, tak bisa aku alihkan pandanganku darinya. Aku tidak tau bagaimana harus berbuat. Aku takut. Sangat takut. Jika memang benar bahwa ini adalah petunjuk hidupku yang selanjutnya, lantas aku harus bagaimana? Akankah hidup akan berakhir sampai disini begitu mudah tanpa aku melakukan pencapaian yang berarti? Sementara aku hanya terfokus pada waktu yang tersisa, disaat itulah dia datang, haruskah aku bersyukur? sedangkan dia bukanlah orang yang kehadirannya aku harapkan Dia datang. Berdiri di sa...

Karena Sabar Salah Satu Bentuk Ikhtiar

Sebagai seseorang yang hidup berjauhan dari orang tua, mereka hampir tiap hari menelpon ku, entah memastikan apakah aku baik-baik saja atau memastikan apakah aku sudah punya pacar apa belum. Dan aku selalu menjawab hal yg sama, hari ini aku melakukan ini dan itu, sepertinya akan begini dan begitu, dan aku masih belum punya pacar. Sebagai seseorang yang cukup addicted dengan media sosial, orangtua-ku pun tak mau kalah, mereka juga mengikuti dan mengawasi ku lewat sosial media, meski mereka bukan orang terlalu kepo atau terlalu mengusik kehidupan pribadi ku. Namun terkadang di sela-sela obrolan telepon kami, mereka bertanya postingan ini maksudnya apa, kalo yg itu maksudnya apa, dan sebagainya, aku pun mencoba pelan-pelan menjelaskan, karena terkadang ada beberapa hal yg tidak mudah dijelaskan kepada orangtua. Pernah suatu ketika aku mengikuti challenge blackout poetry oleh keliling art. Salah satu puisinya bertulisan begini, "Tempat perjumpaan dalam dekapan, sang kekasih semoga ki...