Seorang anak manusia yang tinggal dan hidup hanya bersama sang malam
Setiap saat hanya malam yang menjadi kawan setianya
Kegelapan malam yg tenang dan sunyi selalu menyelimuti hari-harinya
Ia hidupkan malam dengan segala aktivitasnya
Ia bangkitkan malam dengan hati penuh cinta
Ia terlena dan nyaman
Meski kadang... malam tak bercahaya sekalipun
Hingga ia tak pernah berpikir tentang keberadaan sang pagi
Sekalipun jika harus pergi mencari pagi, namun apa daya hanya malam yang paling ia rindukan
Hingga disuatu masa yang tak pernah ia duga
Malam yg selalu ia puja... tak sama lagi
Malam meninggalkannya dan membuatnya kehilangan arah
Namun... Ia tidak lantas berlalu pergi mencari pagi
Hatinya mulai terasa sesak dan teriris, hampa dan sepi,
Kenyamanan yang diberikan malam telah membawa perubahan besar dalam hidupnya
Kehampaan yg dahsyat berlarut-larut telah menyelimuti hatinya
Karena baginya... bahwa malam selalu ada menjadi teman baiknya.
Sayangnya... malam tak sama lagi.
Lalu...
Kemanakah bocah ini akan pergi apabila malam tiada?
Akankah dia akan terus menunggu dan terdiam hingga keajaiban datang?
Akankah ia mampu ..., mampu beranjak dan beralih?
Nyatanya ia masih terdiam tak bergerak
Berkembang menjadi dewasa tanpa keberadaan sang malam
Bertumbuh menjadi seseorang dengan hati penuh kelembutan
Namun tak pernah ia lupakan tentang kata-kata manis yang ia ucapkan kepada sang malam.
Sayangnya..
Ia tak sadar
Bocah ini tak sadar
bahwa selama ini sang pagi diam-diam menunggu nya dari kejauhan
Mengawasinya malu-malu dengan hati penuh ragu
Jikalau saja sang pagi diizinkan hadir
Pagi akan hadir bersama matahari yang menyengat dan bunga-bunga yang bermekaran indah
Namun nyatanya sang pagi hanya diam, hanya mampu bertanya dalam hati,
Bolehkah kiranya aku menggantikan posisi malam yang telah mengakar dlm jiwamu. Atau setidaknya menjadi teman untuk perjalanan hidupmu yang masih panjang. Meski aku tak se-teduh lembutnya malam
Namun aku hanyalah pagi yang mungkin bisa menerangi hatimu yang kelabu
....
Tulisan ini dibuat
Surabaya, 15 Maret 2020
Komentar
Posting Komentar