Langsung ke konten utama

Mimpi : Badai-nya


Aku Dejavu.
Malam itu aku dejavu, dan sudah hampir 3 kali aku mengalami hal ini dengan kondisi yg sama persis.
Aku hanya terdiam melihat peristiwa itu berlalu didepan mataku.

Aku ingin menceritakan sebuah kisah
Sebuah kisah tentang seorang sahabatku yang kehadirannya selalu menghangatkan bagi yang lain namun selalu badai bagi dirinya sendiri.
Aku selalu berharap bahwa aku setidaknya bisa meringankan bebannya, datanglah padaku, menjadi sahabatku selamanya dan mari kita selesaikan ini bersama-sama

Hari itu untuk kesekian kalinya aku melihat badai itu bergemuruh menyeluruh kedalam raga dan jiwanya.
Saat itu aku menghadiri sebuah 'garden party' di perumahan yang elit, rumahnya terbuat dari kaca, sinar matahari sangat mudah masuk menerangi isi rumah, di pekarangan rumahnya ada sebuah taman yang sangat luas, dipenuhi berbagai bunga yang tidak aku ketaui jenisnya, berwarna merah, kuning, putih dan ungu, sungguh indah dan menyenangkan..
Aku menikmati chocolate cake dan kopi hitam gula aren, tersenyum lega karena hari itu sangat menyenangkan.

Namun mataku tertuju pada seorang pria sedang berjalan di seberang rumah, kepalanya tertutup oleh hoodie favoritnya, berjalan sangat lambat dan termenung, segala hal sedang bergemuruh memenuhi isi kepala, matanya tertuju entah pada sepatu atau jalanan yang datar, matanya terlihat sangat sedih dan putus asa, dia terlihat sangat lemah dan kebingungan, aku ingin sekali memeluknya dan bertanya "Apa yang sedang terjadi?"

Tanpa kusadari ternyata beberapa orang disekelilingku pun memperhatikan pria itu.
lalu aku bergumam, "Kenapa dia seperti itu lagi? aku tak bisa" 
Kemudian seseorang memegang pundakku dan berkata, "Tahan lah sedikit lagi, biarkan dia melalui dan menikmati badainya, dia pasti bisa melewatinya"
Aku hanya terdiam tak berdaya, rasanya seperti sedang menikmati awan hitam menyelimuti hatinya, aku tak sanggup melihatnya, andai saja ada yang bisa kulakukan untuknya, akan aku lakukan segala hal untuk menyelamatkannya




Surabaya, 16 Juni 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mimpi : Dia dan Angka 7

Tertulis angka 7. Aku tidak tau apa maksudnya, bisa jadi 7 hari, 7 bulan atau 7 tahun. Tapi aku rasa itulah waktu yang tersisa untukku. Semuanya terasa begitu jelas, aku masih ingat setiap detail kejadiannya. Meski aku tau hal itu bukanlah hal yang nyata untuk diperdebatkan. Tapi aku tetap saja takut. Aku memperhatikan pergelangan tanganku, terdapat angka itu, angka 7. Angka itu berjalan mundur seperti 'timer'. Aku rasa itulah waktu yang tersisa untukku. Aku khawatir terus menerus, tak bisa aku alihkan pandanganku darinya. Aku tidak tau bagaimana harus berbuat. Aku takut. Sangat takut. Jika memang benar bahwa ini adalah petunjuk hidupku yang selanjutnya, lantas aku harus bagaimana? Akankah hidup akan berakhir sampai disini begitu mudah tanpa aku melakukan pencapaian yang berarti? Sementara aku hanya terfokus pada waktu yang tersisa, disaat itulah dia datang, haruskah aku bersyukur? sedangkan dia bukanlah orang yang kehadirannya aku harapkan Dia datang. Berdiri di sa...

Karena Sabar Salah Satu Bentuk Ikhtiar

Sebagai seseorang yang hidup berjauhan dari orang tua, mereka hampir tiap hari menelpon ku, entah memastikan apakah aku baik-baik saja atau memastikan apakah aku sudah punya pacar apa belum. Dan aku selalu menjawab hal yg sama, hari ini aku melakukan ini dan itu, sepertinya akan begini dan begitu, dan aku masih belum punya pacar. Sebagai seseorang yang cukup addicted dengan media sosial, orangtua-ku pun tak mau kalah, mereka juga mengikuti dan mengawasi ku lewat sosial media, meski mereka bukan orang terlalu kepo atau terlalu mengusik kehidupan pribadi ku. Namun terkadang di sela-sela obrolan telepon kami, mereka bertanya postingan ini maksudnya apa, kalo yg itu maksudnya apa, dan sebagainya, aku pun mencoba pelan-pelan menjelaskan, karena terkadang ada beberapa hal yg tidak mudah dijelaskan kepada orangtua. Pernah suatu ketika aku mengikuti challenge blackout poetry oleh keliling art. Salah satu puisinya bertulisan begini, "Tempat perjumpaan dalam dekapan, sang kekasih semoga ki...

Selimut Malam

Ini adalah kisah tentang seorang anak manusia Seorang anak manusia yang tinggal dan hidup hanya bersama sang malam Setiap saat hanya malam yang menjadi kawan setianya Kegelapan malam yg tenang dan sunyi selalu menyelimuti hari-harinya Ia hidupkan malam dengan segala aktivitasnya Ia bangkitkan malam dengan hati penuh cinta Ia terlena dan nyaman Meski kadang... malam tak bercahaya sekalipun Hingga ia tak pernah berpikir tentang keberadaan sang pagi Sekalipun jika harus pergi mencari pagi, namun apa daya hanya malam yang paling ia rindukan Hingga disuatu masa yang tak pernah ia duga Malam yg selalu ia puja... tak sama lagi Malam meninggalkannya dan membuatnya kehilangan arah Namun... Ia tidak lantas berlalu pergi mencari pagi Hatinya mulai terasa sesak dan teriris, hampa dan sepi, Kenyamanan yang diberikan malam telah membawa perubahan besar dalam hidupnya Kehampaan yg dahsyat berlarut-larut telah menyelimuti hatinya Karena baginya... bahwa malam selalu ada menjadi...