Jum'at, 19 Juni 2020 - Pukul 2.57 AM Seperti biasa aku tidak pernah tidur malam, aku hanya membutuhkan 4 jam/hari untuk beristirahat, sisanya ku-habiskan untuk berbagai hal, paling banyak kurang bermanfaat, lagi-lagi membuang waktu, minum kopi membantu meningkatkan rasa cemas, dan itu hal baik, paling tidak membuatku harus merasa cemas karena ada pekerjaan yang tak kunjung selesai, entah mengapa aku begini. "ah.. efek kopi mulai bereaksi pada perutku, mulai terasa sakit dan menegang, sepertinya aku baru bisa tidur siang hari" Pagi itu untuk pertama kali-nya aku mencari namanya di search engine , aku mengetik nama lengkapnya dan menemukan banyak hal, ternyata ia memiliki sebuah blog, bukan cerita panjang lebar hanya cuitan-cuitan yang menggambarkan siapa ia sebenarnya dan apa yang sedang ia rasakan, sungguh menarik. Beberapa hal sudah kuketahui, beberapa hal membuatku sedikit bertanya-tanya, beberapa hal menyayat hati, beberapa hal menghangatkan hati dan...
Aku Dejavu. Malam itu aku dejavu, dan sudah hampir 3 kali aku mengalami hal ini dengan kondisi yg sama persis. Aku hanya terdiam melihat peristiwa itu berlalu didepan mataku. Aku ingin menceritakan sebuah kisah Sebuah kisah tentang seorang sahabatku yang kehadirannya selalu menghangatkan bagi yang lain namun selalu badai bagi dirinya sendiri. Aku selalu berharap bahwa aku setidaknya bisa meringankan bebannya, datanglah padaku, menjadi sahabatku selamanya dan mari kita selesaikan ini bersama-sama Hari itu untuk kesekian kalinya aku melihat badai itu bergemuruh menyeluruh kedalam raga dan jiwanya. Saat itu aku menghadiri sebuah 'garden party' di perumahan yang elit, rumahnya terbuat dari kaca, sinar matahari sangat mudah masuk menerangi isi rumah, di pekarangan rumahnya ada sebuah taman yang sangat luas, dipenuhi berbagai bunga yang tidak aku ketaui jenisnya, berwarna merah, kuning, putih dan ungu, sungguh indah dan menyenangkan.. Aku menikmati chocolate cak...